Bidang Aptika Diskominfo Bertandang Ke Kemkominfo

Jakarta, Diskominfo – Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bengkulu Selatan melaksanakan  kunjungan dan konsultasi terkait dengan optimalisasi pemanfaatan, perlindungan dan peningkatan mutu sumber daya manusia Diskominfo dalam pemanfaatan infrastruktur TIK Pemerintah Daerah dan optimalisasi keamanan server (cyber security) Pemerintahan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia di Jakarta pada 22 Oktober 2019.

Kasi Aplikasi dan Pengembangan Telematika Elmi Veven Sumanti, S.Kom dan Kasi Pemberdayaan Keamanan Infrastruktur Telematika Erti Usnaini, SH bersama 4 (empat) orang staf Bidang Aptika melaksanakan kegiatan tersebut.

Kedatangan rombongan Diskominfo Bengkulu Selatan disambut oleh Bapak Muhammad Fahru Rozi Kasi Teknologi dan Infrastruktur Dirjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bersama Bapak Setiawan Hadji yang merupakan staf/tenaga ahli bidang pemanfaatan dan perlindungan infrastruktur Kementerian Kominfo.

Kegiatan dilaksanakan dengan cara diskusi, dialog dan tanya jawab dan didapatkan hasil bahwa pembangunan infrastruktur TIK harus dibarengi dengan peningkatan mutu sumber daya manusia pengelolanya, sehingga optimalisasi pemanfaatan dan perlindungannya akan dirasa manfaatnya secara maksimal. Menurut Bapak Fahru Rozi cyber security tidak hanya berfokus terhadap serangan hacker yang merusak sistem dengan segala kepentingannya, tapi juga harus melihat pada aspek user (pengguna), pada tingkat pengguna informasi yang diterima mengacu pada prinsip Saring Sebelum Sharing. Artinya harus diterapkan filter dalam dalam menyerap dan meneruskan informasi. Jangan sampai informasi yang diterima dan diteruskan kembali adalah informasi hoax (berita bohong).

Masalah perlindungan terhadap serangan cyber teknis pelaksanaannya ada pada BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) sehingga pihak Kementerian Kominfo menyarankan lebih lanjut secara teknis dan detail untuk berkoordinasi dengan pihak BSSN selaku leading sektor dalam hal perlindungan infrastruktur telematika. Akibat kelalaian dalam penerapan perlindungan terkait infrastruktur informasi dapat menimbulkan dan menyebabkan kerugian yang besar, tidak hanya materi namun immaterial, seperti kerahasiaan negara, informasi penting, hingga keselamatan publik.

penanganan terhadap serangan cyber harus lebih berfokus pada perlindungan terhadap informasi kritikal terhadap bahaya ancaman dan kerawanan yang bisa saja mengganggu layanan berbasis TIK didunia cyber sebagai target sabotase atau penyerangan infrastruktur vital dan strategis diberbagai instansi dan strategis  seperti pada informasi keuangan dan informasi yang bersifat rahasia. Sebagaian portal informasi pada Pemda Bengkulu Selatan sudah dimigrasikan ke dalam server Dinas Kominfo. Oleh karena itu sistem perlindungan cyber harus lebih dioptimalkan dalam penerapannya termasuk juga bagi SDM pengelola sistem perlindungan cyber portal Pemerintah Daerah.

Kerawanan dengan pesatnya kemajuan dunia TIK, menyebabkan munculnya berbagai bentuk trend serangan dan insiden  yang sering terjadi saat ini, disinyalir  banyak  menggunakan instrumen cyberspace sebagai saluran utama dalam melaksanakan tindakannya. Hal ini dapat menimbulkan dampak yang cukup signifikan bagi organisasi pemerintah.

Kegagalan suatu proses bisnis yang diakibatkan oleh adanya suatu serangan cyber dapat mengakibatkan terganggunya sejumlah aspek seperti ketersediaan (availability), keselamatan (safety), keamanan (security), keandalan (reliability) dan ketahanan (resilience) atas pemanfaatan dan layanan infrastruktur teknologi. Segala ancaman dan insiden yang terjadi ini menyebabkan mutlak dibutuhkannya suatu keamanan informasi  untuk melindungi informasi dan infrastruktur yang sangat vital. Oleh karena itu Pemda Bengkulu Selatan harus lebih meningkatkan sistem keamanan dalam perlindungan informasi yang sifatnya kritikal (ea)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *