Impelementasi Aplikasi e-office, Kasi E-Government Kunjungi Kemenpan-RB

Jakarta, Diskominfo – Kasi e-Government Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bengkulu Selatan Aslan Sartono, SH melaksanakan konsultasi dan koordinasi terkait dengan implementasi aplikasi e-office Si-Maya dan SP4N-LAPOR  ke Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI di Jakarta pada 24 Oktober 2019.

Dalam kunjungan tersebut juga didiskusikan tentang replikasi aplikasi e-office bentukan Kemenpan RB yang rencananya Kabupaten Bengkulu Selatan akan melaksanakan cloning terhadap aplikasi e-office yang dipakai di Kemenpan RB tersebut yang terdiri dari :

  1. SiGeta (Aplikasi Agenda Kegiatan) untuk mencatat dan mengingatkan jadwal kegiatan pemerintah daerah
  2. TV Media untuk menampilkan jadwal kegiatan harian Pemerintah Daerah.
  3. SiSukma (Aplikasi Survey Kepuasan Masyarakat) sebagai instrumen untuk meningkatkan pelayanan publik Pemerintah Daerah
  4. SiMama (Aplikasi Pengiriman Amanat) untuk memudahkan koordinasi kegiatan Pemerintah

Terkait dengan Aplikasi SiMAYA dan SP4N-LAPOR, dari hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Kominfo dan Statistik, untuk tindak lanjut implementasi agar Diskominfo Bengkulu Selatan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak Kementerian Pan RB.

Sebagai informasi Aplikasi SiMAYA adalah aplikasi e-office yang dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat e-Government yang dapat dimanfaatkan oleh Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah dengan cuma-cuma. Aplikasi ini dikembangkan berdasarkan Tata Naskah Dinas Elekronik yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN) No. 6 Tahun 2011 mengenai Tata Naskah Dinas Elektronis di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Implementasi siMAYA sendiri dapat dilakukan melalui 2 metode, yaitu metode cloud computing dan metode non cloud computing. Metode cloud computing dapat dimanfaatkan oleh Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah yang tidak mempunyai sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten untuk merawat infrastruktur dan tidak mempunyai anggaran yang cukup untuk pengadaan infrastruktur tempat siMAYA akan di install. Metode non cloud computing dapat dipilih oleh Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah yang infrastrukturnya sudah stabil dan mempunyai SDM yang kompeten untuk melakukan pemeliharaan infrastruktur dan aplikasi.

Pemerintah Republik Indonesia membentuk Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) adalah layanan penyampaian semua aspirasi dan pengaduan masyarakat Indonesia melalui beberapa kanal pengaduan yaitu website www.lapor.go.id, SMS 1708, twitter @lapor1708 dan aplikasi Android. Lembaga pengelola SP4N-LAPOR! adalah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB) sebagai Pembina Pelayanan Publik, Kantor Staf Presiden (KSP) sebagai Pengawas Program Prioritas Nasional dan Ombudsman Republik Indonesia sebagai Pengawas Pelayanan Publik. LAPOR! telah ditetapkan sebagai Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 3 Tahun 2015.

SP4N-LAPOR! dibentuk untuk merealisasikan kebijakan “no wrong door policy” yang menjamin hak masyarakat agar pengaduan dari manapun dan jenis apapun akan disalurkan kepada penyelenggara pelayanan publik yang berwenang menanganinya. SP4N bertujuan agar:

  • Penyelenggara dapat mengelola pengaduan dari masyarakat secara sederhana, cepat, tepat, tuntas, dan terkoordinasi dengan baik;
  • Penyelenggara memberikan akses untuk partisipasi masyarakat dalam menyampaikan pengaduan; dan
  • Meningkatkan kualitas pelayanan publik.

SP4N-LAPOR! telah terhubung dengan 34 Kementerian, 96 Lembaga, dan 493 Pemerintah daerah di Indonesia (ea).

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *