Tangkal Serangan Siber, Diskominfo Bengkulu Selatan Ikuti Workshop Basic Respon Insiden Siber

Bengkulu, Diskominfo – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bengkulu Selatan turut serta dalam kegiatan Workshop Basic Respon Insiden Siber yang dilaksanakan di Hotel Raffles City Bengkulu pada 20 November 2019. Kegiatan ini diprakarsai oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu.

Kegiatan ini diikuti oleh Dinas Kominfo Provinsi dan Dinas Kominfo Kabupaten Kota yang ada di Provinsi Bengkulu. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bengkulu Selatan mengutus Kepala Seksi Pengawasan dan Evaluasi Penyelenggaraan Persandian Decky Andes Putra, S.Kom berserta 2 (dua) orang sandiman untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu yang diwakili oleh Kepala Seksi e-government Venni, M.Si yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa peningkatan kesadaran keamanan terhadap serangan siber pada aplikasi pemerintahan perlu diantisipasi dengan cara peningkatan sumber daya manusia pengelola teknologi informasi, infrastruktur dan juga penilaian yang rutin dan berkelanjutan (Assessement Security).

Sebagai pemateri Agus Indramawan, S.ST yang merupakan sandiman muda pada Subdit Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintah Daerah Wilayah I Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia.

Dalam materi yang disampaikan bahwa pembangunan infrastruktur yang sekarang intens dilakukan juga harus seiring sejalan dengan peningkatan keamanannya baik dari segi peningkatan kapasitas sumber daya manusianya ataupun dari segi teknologi keamanannya.

Tren ancaman siber 2019 di Asia Fasifik terdiri dari malware, ransomware dan cryptomining. Indonesia termasuk salah satu negara dengan serangan siber cukup tinggi. Kerawanan dengan pesatnya kemajuan dunia teknologi informasi, menyebabkan munculnya berbagai bentuk trend serangan dan insiden  yang sering terjadi saat ini yang disinyalir  banyak menggunakan instrument cyberspace sebagai saluran utama dalam melaksanakan tindakannya. Hal ini dapat menimbulkan dampak yang cukup signifikan bagi organisasi pemerintah. Penanganan terhadap serangan siber harus lebih berfokus pada perlindungan terhadap informasi kritikal terhadap bahaya ancaman dan kerawanan yang bisa saja mengganggu layanan berbasis aplikasi sebagai target sabotase atau penyerangan infrastruktur vital dan strategis diberbagai instansi dan strategis  seperti pada informasi keuangan dan informasi yang bersifat rahasiaOleh kerana itu apabila kita menemukan adanya ancaman terhadap serangan siber dapat segera melaporkan hal tersebut ke BSSN (joniq).

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *